Sarasehan Kearifan Lokal Bandung 28 Januari

UNDANGAN

Berikut kami mengundang kawan-kawan individu maupun perwakilan lembaga para partisipan FHB untuk mengikuti kegiatan acara bertajuk “Sarasehan Pemulihan Lingkungan berbasis Kearifan Lokal”. Sarasehan tersebut berupa talkshow yang berisi diskusi atau tanya jawab dalam membahas tentang permasalahan kearifan lokal kota Bandung dengan studi kasus Gunung Burangrang. Sarasehan tersebut akan berlangsung pada :

Hari,tanggal   : Kamis, 28 Januari 2010

Waktu            : 09.00 – 16.00 WIB (jadwal terlampir)

Tempat           : Hotel Aston, Jalan Braga, Bandung

Kami sangat mengharapkan kedatangan kawan-kawan, terkait isu kearifan lokal yang sangat penting dan turut mendukung gerakan lingkungan dalam FHB. Terima kasih atas perhatiannya.

Bandung, 26 Januari 2010

Koordinator FHB: Sano; Sekjen FHB: Tian; USB FHB: Fariz.

SARASEHAN KEARIFAN LOKAL

Dilatar belakangi oleh persoalan dan studi kasus di atas, maka FORUM HIJAU BANDUNG (FHB), yang diwakili oleh komunitas Pangasuh Bumi, BELANTARA (Bela Alam Nusantara), dan DPLKTS (Dewan Pemerhati Lingkungan Hidup Kota dan Tatar Sunda), memprakarsai diadakannya suatu pertemuan berupa sarasehan atau talkshow yang dapat membahas tentang permasalahan kearifan lokal serta solusi yang dapat dilakukan dari setiap stakeholder yang terkait. Sarasehan ini dibuat dengan konsep yang sederhana berupa diskusi atau tanya jawab namun dapat menjembatani semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat adat, sehingga tercapai tujuan yang diingankan.

TUJUAN

  1. Menyebarkan informasi sebanyak-banyaknya tentang permsalahan kearifan lokal/local wisdom kepada masyarakat luas.
  2. Menjembatani aspirasi dari masyarakat adat kepada pemerintah daerah setempat agar tercapai sebuah solusi bersama.
  3. Sebagai salah satu langkah untuk memulihkan kembali kondisi lingkungan yang sudah sangat rusak.
  4. Mengsinkronkan kelimuan buhun mengenai kearifan lokal dengan keilmuan modern.

SASARAN KEGIATAN

Kegiatan ini merupakan kerjasama dari beberapa komunitas yang tergabung dalam Forum Hijau Bandung, yang merupakan bagian dari masyarakat kota Bandung. Sehingga target kegiatan ini adalah seluruh masyarakat Bandung yang meliputi:

  • Pemerintah (pemerintah propinsi jawa Barat, BAPPEDA Jawa Barat);
  • Akademisi (dosen atau guru);
  • Masyarakat adat dan komunitas adat (perwakilan kampung Naga, Ciomas, Cipta Gelar, Cirendeu); dan
  • Mahasiswa.

RANGKAIAN ACARA

08.30 – 08.35 Pembukaan (amitan) oleh sesepuh Sunda

08.35 – 08.50 Kesenian Karinding

08.50 – 09.45  Pemutaran video

09.45 – 10.00 Penuturan dari pangasuh bumi : Sari Wahjuni

10.00 –  10.10 Penuturan dari wakil masyarakat adat

10.10 – 10.20     Wakil dari pemerintah

10.20 – 10.35 Pembicara dari Ilmu Biologi ITB: DR. Endah Sulistyawati

10.35 – 10.50  Pembicara dari LIPI ITB/Geologi : DR. Munasri

10.50 – 11.05  Pembicara dari KLH mengenai cuaca mikro/makro : DR. Armi Susandi

11.05 – 12.30  Diskusi

12.30 – 13.30 Makan siang dan Ishoma

13.30 – 15.30  Diskusi dalam tujuan Pembentukan Kerangka Kerja Bersama.

15.30 – 16.00 Penutupan

PENYELENGGARA KEGIATAN

Penasihat                       : Bpk. Irmansyah Madewa (GM Hotel Aston, Penasihat FHB)

Penanggung jawab     : M. Bijaksana Junerosano (Koordinator FHB)

Ketua                               : Herwin Mutaqin (Ketua Pangasuh Bumi)

Komunitas terkait       :   –  Pangasuh Bumi

–  BELANTARA

–  DPLKTS

–  Ganesha Hijau ITB

Nonton Bareng YPBB – 24 Januari

Undangan untuk seluruh relawan YPBB + anggota komunitas zerowaste + semua peminat kegiatan lingkungan

NONTON BARENG + PEMBAGIAN SERTIFIKAT

Tempat:
Walhi Jabar
Jl. Piit no. 5 Bandung
Peta bisa dilihat dengan mengklik:

http://www.mediafire.com/imageview.php?quickkey=y4qoh0gynaz&thumb=4

Waktu:

Minggu
24 Januari 2010
Jm 09:00 – 13.30

Kontribusi:
Iuran : Rp. 10.000 (snack, makan siang, minum + doorprize)
LANGSUNG BAYAR DI HARI H

Oya, diluar iuran tersebut, tersedia peluang yang sebesar-besarnya untuk temen-temen yang juga akan menyumbangkan makanan….

NB: Mohon pertimbangkan kemasan pembungkusnya
karena acara ini didesain menjadi ZERO WASTE EVENT
bila memerlukan panduan, silahkan menghubungi panitia terlebih dahulu 😉

Acara
Menonton film The Age Of Stupid

Diskusi fim (sambil snack)

Laporan tentang program relawan dan penyerahan sertifikat relawan

Pengumpulan ide-ide untuk program relawan tahun 2010

Makan dan foto bersama + doorprize
Pendaftaran

Silakan mendaftarkan diri via sms
paling lambat jumat, 22 Januari jm 15:00
ke dody 022 920 99577 / anil 081 320 375 404

Kami akan memesan makanan pada 22 Januari jm 16:00. Sehingga bila ada pembatalan, mohon dilakukan sebelum waktu tersebut.

OK, ditunggu konfirmasi dan kehadirannya!!!
Salam,
Divisi Relawan YPBB.

Hasil Dies I – FHB 18 Januari 2010

Urun Rembug FHB (pkl.14.00-18.15)

Presensi Urun Rembug (21 orang): Fariz (HMTL ITB)-Priyo(BGC)-Rena(Fokal)-Ardhi(Tras)-Dody(YPBB)-Tedi(Bicons)-Sany(Greeners)-Kiki-Tian-Herwin(PB)-Dhanny(DPKLTS)-Idang(GPH)-Endang(Rotary)-Dadi(SG)-Priliandi-Tita(DP ITB)-Mufti-Dodi-Nur(NM)-Amanda(KSK)-Sano(GI).

Agenda :

  1. Mendefinisikan FHB lebih jelas dan sesuai kebutuhan
  2. Komitmen Partisipan FHB
  3. Visi Misi jangka pendek menengah panjang
  4. Langkah-langkah strategis FHB kedepan
  5. Membuat Aturan/Tata Tertib/AD-ART FHB

Hasil Bahasan :

1. VISI FHB, karena konstrain waktu bahasan tentang visi FHB, kemarin baru disepakati hingga 4 alternatif yang tidak terlalu jauh berbeda makna diantaranya, namun hanya masalah tata bahasa.

  • Terfasilitasinya upaya pelestarian lingkungan di Kota Bandung oleh berbagai pemangku kepentingan.
  • Terfasilitasinya upaya upaya oleh berbagai pemangku kepentingan untuk pelestarian Kota Bandung.
  • Terfasilitasinya upaya pelestarian lingkungan di Kota Bandung oleh berbagai pemangku kepentingan demi Kota Bandung lestari.
  • Terfasilitasinya seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) untuk mendukung usaha pelestarian lingkungan Kota Bandung .

2. DEFINISI FHB, FHB disepakati adalah “sebuah wadah silahturahmi dengan aturan dan manajemen yang disepakati, bersifat terbuka untuk umum, dalam memfasilitasi upaya berbagai pemangku kepentingan untuk pelestarian lingkungan kota Bandung.”

3. Bentuk FHB, disepakati sesuai definisinya merupakan wadah forum silahturahmi non formal yang bertujuan untuk memfasilitasi individu maupun lembaga kota Bandung yang konsern terhadap penyelamatan lingkungan. Sistemnya terbuka dan umum, namun tetap memiliki aturan main berupa ETIKA ber-FHB. Berikut bentuk nyata FHB:

  • Berbagi informasi terkait upaya pelestarian lingkungan Bandung
  • Menyebarkan ide maupun program terkait usaha pelestarian lingkungan dari masing-masing peserta (individu/komunitas/lembaga)
  • Memperluas jaringan dengan harapan terjadi kerjasama lebih lanjut dalam usaha pelestarian lingkungan.

4. Aturan Pengelolaan (Manajemen) FHB

  • Harus ada pengelola yang tetap : dengan batasan waktu kerja
  • Pengelola bersifat voluntary (disepakati dan ditetapkan)
  • Masa Bakti : 1 tahun (boleh dipilih kembali, pokoknya gak seumur hidup)
  • Format Pengelola sesuai kebutuhan: minimal Koordinator, Sekjen (pengelolaan informasi: database, notulen, absensi, dll), dan Program Officer/USB (unit serba bisa) bidang logistik, kehumasan.
  • Ada sistem evaluasi berupa rembug per 6 bulan (sah apabila minimal partisipan 20 orang dari minimal 5 organisasi/lembaga)
  • Memiliki job desc / target kerja terdefinisi yang disepakati

5. Job desc/ Target kerja Pengelola FHB :

  • Menyiapkan dan mengatur berjalannya sebuah forum komunikasi rutin yang disepakati.
  • Mengumpulkan, mendokumentasikan, mensosialisasikan informasi terkait upaya pelestarian lingkungan bandung.
  • Memperluas jaringan dengan harapan terjadi kerjasama lebih lanjut dalam upaya pelestarian lingkungan.

6. Etika umum FHB:

  • FHB milik semua, tidak ada yang dapat mengklaim FHB secara sepihak. Sehingga apabila membawa nama atau memakai logo FHB, harus ada aturan dan kesepakatannya. Namun belum sampai disepakati aturan tersebut > PR!
  • Pada saat forum dilaksanakan dan terdapat sebuah kesepakatan maka partisipan tidak bisa mengubah diluar forum, namun tetap bisa disampaikan untuk masukan tambahan, dan apabila dirasa sangat penting dan mendesak tetap bisa diusulkan pada forum rutin berikutnya.
  • FHB disepakati rutin dilaksanakan 2 minggu sekali dengan tetap selalu menjunjung konsistensi/kontinuitas. Masih disepakati di hari Senin, malam hari, minimal 2 jam.

7. Pemilihan Pengelola FHB

Setelah berdiskusi cukup alot, akhirnya musyawarah pemilihan pengelola FHB: koordinator masa jabatan 2010-2011 berjalan dengan baik. Koordinator sebelumnya yaitu M.Bijaksana Junerosano (Sano) dari Greeneration Indonesia mayoritas diusulkan kembali untuk menjadi koordinator FHB untuk masa yang baru ini. Dengan pertimbangan, Sano merupakan salah satu penggiat dan pelopor FHB dari awal terbentuk, serta memiliki pandangan yang luas untuk mengembangkan FHB dengan evaluasi telah menjabat setahun lalu (sejak 12 Februari 2009). Oleh karena itu disepakati terpilih kembali Sano dari Greeneration Indonesia secara aklamasi. Dan sesuai bahasan sebelumnya, pengelola FHB minimal terdiri dari Koordinator, Sekjen, dan Project Officer/Unit Serba Bisa (USB). Dari musyawarah tersebut, akhirnya terpilih Christian Natalie (Tian) sebagai Sekjen, dan Muhammad Fariz (Fariz) sebagai USB.

Koordinator Sano (keempat dari kanan bawah), Sekjen Tian (kedua dari kanan bawah), dan Fariz (ketiga dari kanan bawah)

Makan Malam dan Apresiasi Hijau Penghargaan 5 stakeholders (pkl.19.30-21.00)

Presensi: 34 orang, dan dihadiri tamu kehormatan Kang Iwan Abdurachman, Kepala BPLHD Jabar Pak Setiawan (setelah lama datang ke FHB), dan Pak Iman Setiawan (calon GM Aston Hotel Braga yang baru pengganti Pak Inan yang akan ke Aston Denpasar).
1. Masyarakat : Irmanjah Madewa

Pak Inan dinilai dengan tulus sebagai warga Bandung yang prihatin terhadap kondisi lingkungan kampung halamannya ini, mampu memberikan kontribusi yang sangat berarti untuk usaha peningkatan kualitas lingkungan berupa terbentuknya FHB dan memberikan komitmennya sesuai kapasitas yang dimiliki.

2. Pemerintah : Setiawan Wangsaatmadja
Pak Iwan dinilai mampu mengoptimalkan perannya sebagai pemimpin sebuah institusi pemerintah dalam mengupayakan berbagai ruang dialog yang lebih terbuka untuk masyarakat yang diwakili oleh lembaga/organisasi yang peduli lingkungan. Sebagai pemimpin yang memiliki latarbelakang sesuai dengan tupoksi-nya, Pak Iwan benar-benar bersemangat dalam mencapai tujuan pengelolaan lingkungan yang baik.

3. Lembaga : David Sutasurya
Pak David dinilai telah membuat lembaga masyarakat (YPBB) yang aktif bergerak dalam edukasi
lingkungan untuk masyarakat perkotaan dengan berbagai programnya yang membumi dan
dibuktikan secara nyata dalam kehidupan sehari -harinya. Banyak komponen masarakat yang telah
diinspirasi oleh lembaganya maupun oleh sepak terjangnya secara pribadi dalam mengelola
lingkungan secara organis.

4. Penggiat Seni/Budaya : Iwan Abdurachman
Abah Iwan dinilai konsisten dalam berkarya dan aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan bahkan
masih bersepeda sampai saat ini di usia yang tidak muda lagi. Abah Iwan memiliki pola hidup bijak
terhadap alam yang akhirnya menjadi panutan banyak orang. Sebagai orang yang memiliki banyak
prestasi, sosok abah telah menjadi inspirasi tersendiri.

5. Swasta : Hotel Aston Braga Bandung
Hotel Aston Braga dinilai secara berkelanjutan melakukan inovasi untuk berpartisipasi dalam usaha
pengelolaan lingkungan secara mikro maupun global. Adaptasi Earth Hour, sebuah program lingkungan tahunan di dunia, mampu dilaksanakan setiap hari di Hotel Ini. Itu salah satu usaha aktif Aston Braga dalam pengelolaan lingkungan selain megelola sampah, penghematan energi, edukasi konsumen, dll. Yang paling utama, Aston Braga telah memberikan kontribusi nyata untuk FHB, yaitu memfasilitasi tempat berlangsungnya FHB.

1. M Bijaksana JuneroSANO (Greeneration Indonesia)

2. Burhanudinsyah (Ganesha Hijau ITB)

3. Tri Yunia Metya (Climate Change Center)

4. Herwin Mutaqin (Pangasuh Bumi)

5. Muhammad Ardhi Elmeidian (TRAS)

6. Dwi Retnastuti (Fokal)

7. Dody (YPBB)

8. Fariz (HMTL ITB)

9. Pak Inan (Aston Hotel)

10. Endang Paminto (Rotary)

11. Andy (Rotaract)

12. D. Larasati (Desain Produk ITB) -baru bisa dtg sktr pk.15.00-

13. Dhanny Rismayadi (DPKLTS)

Notulensi Pertemuan FHB – 4 Januari 2010

Tempat: Aston Hotel Braga | Moderator: Anindito Dodi – Greeneration Indonesia |

Jam 18.30 – 22.00 WIB

Presentasi Pangasuh Bumi (Teh Yuni, Kang Herwin, dan Kang Rahmat)

Gunung Burangrang merupakan salah satu gunung yang mengelilingi Bandung dan merupakan gunung purba dan merupakan pintu gerbang bagi cekungan Bandung. Berbagai permasalahan yang timbul di wilayah tersebut adalah dari berkurangnya debit mata air di gunung Burangrang, penduduk kehilangan sumber air untuk pertaniannya, pohon yang seharusnya berusia tua menjadi lebih muda, pohon-pohon di tebangi oleh penduduk sekitar sehingga menimbulkan lahan kritis, perubahan guna lahan dari lahan tidak terbangun menjadi lahan terbangun dengan ditandai oleh banyaknya vila-vila di daerah tersebut, pemakaian air tanah yang tidak terkendali oleh warga perkotaan.

Permasalahan diatas tidak hanya dialami oleh gunung Burangrang saja, tetapi juga dialami oleh hampir semua gunung-gunung yang mengelilingi Bandung bahkan di seluruh Indonesia. Berbagai penyelesaian masalah yang dilakukan oleh Pemerintah maupun oleh masyarakat ataupun lembaga-lembaga masyarakat dirasakan kurang optimal atau bahkan dikatakan tidak berhasil. Hal ini dikarenakan kurangnya penyelesaian yang menyeluruh terhadap permasalahan tersebut, dari masalah sosial, ekonomi bahkan fisik dari wilayah tersebut.

Salah satu alternatif penyelesaian permasalahan  adalah dengan keterlibatan masyarakat lokal dengan pendekatan kearifan lokal Sunda, dengan alasan bahwa dengan memperhatikan keberhasilan komunitas adat Baduy, kampung Naga, Sukabumi yang berhasil mempertahankan kualitas lingkungannya.

Selengkapnya dapat dilihat di http://pangasuhbumi.com/ dan untuk mendapatkan slide presentasi dapat langsung ke Pangasuh Bumi (Kang herwin, dkk), hatur nuhun!

Presentasi Tim FHB goes to Bali

10 Desember 2009, proposal Forum Hijau Bandung (FHB) berhasil menjadi pemenang dari 6 pemenang yang diputuskan. Proposal FHB akan difasilitasi pelaksanannya oleh Departemen PU Dirjen Penataan Ruang pada tahun anggaran 2010. 21 Desember 2009 di Sanur, Bali, acara simbolisasi pemenang oleh Menteri PU dan Dirjen Penataan Ruang. Program yang diusung FHB ialah Kolaborasi Antar Partisipan Forum Hijau Bandung menuju Kota Lestari (Penerapan 3 Program Kolaborasi: Peta Hijau Persampahan, Eco-Hotel Rating, dan Masuk RT).
Tim FHB goes to Bali:
1.Pak Inan (Penasihat FHB)
2.Sano (Koord.FHB)
3.Tian (Koord. Program Kolaborasi)
4.Danial (Koord. Eco-Hotel Rating)
5.Yandi (Koord.Program Masuk RT)
Sponsor Akomodasi : Aston Hotel Denpasar

TPA Temesi di Gianyar (www.temesirecycling.com)

Dikelola oleh Rotary Club Bali Ubud dgn Project Leader: David Kuper. Mengelola sampah Gianyar dengan kapasitas 100 ton per hari, yang dapat diolah menjadi kompos 50 ton, dengan menghasilkan 15 ton kompos per hari. luas area TPA sekitar 2400 m2. Dana operasional mencapai 800 juta /tahun (listrik, air, telepon, biaya pegawai). Proyek CDM: Memenuhi syarat pengurangan emisi 77.000 ton CO2 tersertifikasi untuk periode kredit 10 tahun. 12 Desember 2008: United Nations Environment Programme (UNEP) meloloskan proposal Gianyar Waste Recovery Project sebagai peringkat 1 dari 353 proposal yang diseleksi dari negara-negara Asia-Pasifik. Konsepnya: Kampanye publik akan TPA yang bersih, nyaman, & terbuka utk publik.

Tantangan TPA Temesi menurut Tim FHB:

  1. Jaminan kesehatan 80-an pekerja (kebanyakan dari Jawa). Tempat tinggal pekerja yang masih temporal, hanya terbuat dari papan dan bambu.
  2. Dana operasional yang cukup besar yaitu sekitar 800 juta per tahun (listrik, air, telepon, biaya pekerja). Tidak sebanding dengan pemasukan penjualan produk kompos yang dijual Rp 1000/kg, sehingga saat ini pun masih didonasi oleh Rotary-Club Ubud Bali.
  3. Kurang diperhatikan oleh masyarakat dan Pemda setempat, hanya kemudahan tempat yang diberikan oleh Pemda Gianyar seluas 1 hektar.
  4. Pemasaran produk kompos yang masih kurang.
  5. Pemeliharaan TPA Temesi yang harus selalu dijaga.

Seminar “Identitas Kota-Kota Masa Depan di Indonesia” dan Pembahasan Tindak Lanjut Sayembara Kota Lestari di Puri Werdhapura, Sanur. FHB menerima piagam dan plakat penghargaan sebagai simbol pemenang Sayembara ‘Kota Lestari’, oleh Menteri PU Pak Djoko Kirmanto dan Direktur Jendral PU Penataan Ruang, serta jajarannya.

Learning Experience di Bali :

  • Budaya Bali dekat dengan pelestarian lingkungan.
  • Keindahan bali yang merupakan pulau terindah di dunia (kata pak SBY) mengundang banyak penanam modal.
  • Regulasi pemda akan tata ruang yang seharusnya melindungi lingkungan.
  • Seperti yang disampaikan seorang panelis Profesor seminar, setidaknya Bali belum seperti Jakarta/Bdg, masih dapat ‘diselamatkan’.

Wilujeng Taun Baru 2010

Masih di awal-awal tahun, semoga masih ada aura-aura pergantian tahun 2010 ini. Semoga semakin berhasil di tahun macan ini (whrrauuu!!hehe), jangan lupa buat resolusi hijaumu!

Berikut ada ucapan dari teman-teman Greeneration Indonesia :

Perubahan apa yang akan teman-teman lakukan di Tahun 2010 ini. Ayo teriakkan komitmenmu disini dan lakukan mulai sekarang, demi perubahan yang lebih baik Gabung di Group FB Greeneration Indonesia, sebagai salah satu langkah kecil komitmenmu! (http://www.facebook.com/group.php?gid=57656710899)

Terima kasih.

salam,
Greeneration Indonesia
green attitude green environment
http://www.greeneration.org

*Gambar didesain oleh Muhammad Rais Ali