Climate Smart Leaders

Program Climate-Smart Leaders (CSL) adalah program yang ditujukan bagi generasi muda dengan usia 15 – 24 tahun yang memiliki aktivitas tinggi di daerah perkotaan. Program ini bertujuan tidak hanya untuk membangun kesadaran tentang pentingnya peran generasi muda untuk menjawab tantangan perubahan iklim namun juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat langsung dan melakukan aksi nyata untuk menerapkan gaya hidup hijau (green lifestyle) sebagai salah satu strategi mitigasi dan adaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim.

Target Group: generasi muda dengan usia 15 – 24 tahun yang memiliki aktivitas tinggi di daerah perkotaan.

Tujuan : Gaya Hidup Hijau

  1. Membangun kesadaran dikalangan anak muda (usia 15-24 tahun)  terkait perubahan iklim (awareness)
  2. Mendorong terbentuknya inisiatif  gaya hidup hijau (climate-smart lifestyle) di kalangan  anak muda  untuk menangani dampak negatif perubahan iklim
  3. Menyebarluaskan inisiatif yang ada dikalangan anak muda perkotaan kepada khalayak luas tentang pentingnya menerapkan model gaya hidup hijau (reach out)
  4. Mendorong generasi muda perkotaan memimpin tindakan gaya hidup hijau (take the lead by action)

Tema Climate-Smart Leaders
Peserta  program CSL dapat mengajukan proposal dengan memilih tema sebagai berikut (tiap peserta dapat mengusulkan max 2 project): Youth & Water and Energy; Youth & Biodiversity; Youth & Green Business ; Youth & Media.

Selengkapnya: http://www.climatesmartleaders.net/

Iklan

Notulensi FHB 1 Februari 2010

Senin, 1 Februari 2010 | Aston Braga | Pembicara : Ganesha Hijau | Moderator : HMTL

Resume Presentasi Burhan dari Ganesha Hijau ITB : ITB sedang menginisiasi gerakan Ecocampus, dikoordinatori oleh Ganesha Hijau yang merupakan wadah perkumpulan seluruh lembaga mahasiswa ITB yang konsern terhadap lingkungan. Pada 7 Februari nanti akan diadakan ‘Pencanangan ITB Ecocampus’ yang dipelopori Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB. Ganesha Hijau bersama Tim Ecocampus juga sedang mengriset tentang poin-poin dan aspek Ecocampus, dan proposalnya untuk dibawa ke Rektorat. Selain itu, Burhan juga menceritakan pengalamannya ke Jepang dalam rangka perwakilan ITB di konferensi mahasiswa se-Asean dan Jepang. Jepang sudah sangat maju akan pelestarian dan teknologi lingkungannya.

Pertanyaan, Jawaban dan Tanggapan dalam forum :

1. Bu Tita : 3 orang anak ITB ke Jepang melakukan apa saja di Jepang dan apa tanggapan negara lain gmn ttg Indonesia dan tentang program yg burhan dkk bawa? Dalam menuju ITB Ecocampus mendapat masukkan agar Seni Rupa dilibatkan.
Burhan : Pesertanya dari negara ASEAN, Dari Ganesha Hijau (GH) membawa Program Ganesha Hijau dan ITB Ecocampus. Tanggapan jepang cukup “wah”. GH memberikan kampanye kampanye berwawasan lingkungan tapi ternyata di Jepang merupakan hal yang tidak perlu di kampanyekan karena sudah menjadi suatu kepribadian. Untuk acara Pagelaran Seni Budaya (PSB), tanggapannya sangat bagus karena tentang budaya Indonesia. Dari SBM sendiri menunjukkan cara langsung dalam hal perekonomian dengan memberikan contoh peternakan, Untuk desain produk akan dibutuhkan karena dapat menarik perhatian.

2. Sani Greeners: Mengenai water tap di ITB yang tidak dapat digunakan dan tidak dapat nyala. Apakah sudah disampaikan ke ITB terkait Ecocampus?
Burhan:Memang sedang mati dan sedang diperbaiki. Dan ternyata ada semacam sparepart yg rusak dan harus diimpor. Tp skrg sedang diusahakan oleh Sarpras.
Fariz:Ada sokongan dana dari Alumni. Tp memang ada unit yg lg rusak lg.

3. Aldi IMAG= Himpunan yang baru ikut GH tergolong sedikit, sisa orang-orang itu kemana? Apakah mereka tidak peduli atau bagaimana?
Burhan= GH sudah roadshow, dari bbrp himp memang sudah tertarik tp perannya belum terlihat.
Sano= Senang skrg semua sudah berbicara mengenai lingkungan, dulu segemented cuma ank2 TL saja tapi skrg hampir semua berperan dlm penyelamatan lingkungan, spt GH. Sama dgn dulu UGreen dibuat untuk membuatITB Ecocampus, dan skrg udah dbantu GH.Lucu jg ank2 ITB yg IQnya diatas rata2, sepertinya tidak bisa baca sampah membusuk dan tdk mbusuk. Dulu saya pernah mengusulkan ada punishment, cth ada Satgas Ecocampus.Krn kalo kt butuh KESADARAN, waktuny agak lama. Apalagi waktu mahasiswa skrg sangat sempit dtuntut untuk segera lulus. Irilah dgn UI, mereka sdh ada jalan sepeda. ITB harusny memprovide sepeda khususnya mahasiswa luarkota. Langsung lah ke Rektorat. Baru dr situ peran FHB mempublikasikan ITB Ecocampus ke kampus2 lain di Bandung.Td pertama ttg KEBIJAKAN, kedua INFRASTRUKTUR, ketiga EDUKASI. Tupoksi=tugas pokok dan fungsi.

4. Tedi Bicons= Tentang PLTSa di Bandung, ProKontra PLTSa sangat gencar, dengar-dengar pertengahan ini sudah berjalan. Yg ditakutkan adalah polusi udaranya.
Burhan= Mungkin bgt, tp mennjadi mustahil gara2 yg dbuat langsung Infrastrukturnya bukan kebijakan dan sistemnya dulu. Sperti 20 tahun lalu Jepang itu Indonesia sekarang. PLTSa di Jepang sgt jauh dr pddk kota, kotaSendai. Disana ada kolam renang indoor, dan saranaolahraga serta tempat wisata. Listriknya hasil dariPLTSa tersebut. Dari polusi udara sy kurang ngertitp mungkin sudah ada sistem dan teknologi yg bagus sehingga meminimalisasi polusi.

5. Yuni= Tadi saya lihat PPS Sabuga, sbnrny itu leuweung larangan, krn disitu kn ada mata air. Lindi tktnya bisa msk mata air. Kalian cuma 4 tahun, tp setiap generasi punya tantangan dan masalah sendiri. Jadi tenang saja, kalian adalah solusinya sendiri.Kembangkanlah leadership, seperti kata Arifin Panigoro, kompetensi hanya 10%.

6. Bu Tita= Ada komunitas Dosen sepedaan, yg aktif ada 5 orangan. Kalo ke Rektorat jangan cuma bawa masalah tp jg solusi. Di perpustakaan disain produk ada disain2 prototype yang sayangnya belum direalisasikan.

7. Sano= Usul masukin 3 dharma PT. Ecocampus mendorong mahasiswa sepedaan dari kosan ke kampus, krn dkmpus sendiri lebih enak jln kaki. Tunjukkan ke Pak Akhmaloka bahwa 50% tagihan listrik air akan turun apabila mendukung Ecocampus.

Bandung dan Warga Bandungnya?

Dear Warga Bandung,

Sebuah pertanyaan,

“Strategi apa yang paling efektif agar warga Bandung ikut MEMILIKI

kota ini dan aktif BERGERAK untuk memberikan perubahan yang lebih baik

secara terkoordinasi dan saling bersinergi?”

Ada yang mau memberi opini?

Kita perlu belajar dan mereferensi rekan2 kita di Jakarta,
http://koalisijakarta2030.wordpress.com/

Mari berkolaborasi dan terus bersinergi dalam pertemuan rutin FHB
setiap Senin dua minggu sekali pukul 18:30.


Terima kasih.
salam,
+sano+
koord. FHB

Yang dapat menyelesaikan permasalahan lingkungan daerahnya sebenarnya adalah dari WARGA daerah tersebut terlebih dahulu .. Pihak lain adalah penyempurnanya ..

Talkshow Ecocampus 7 Februari

TALKSHOW ECO-CAMPUS

Hasil kerjasama ITB Fair 2010 – HMTL ITB – Dir.Sarpras ITB
“Bergerak, Sinergis, dan Berkarya menuju ITB EcoCampus”
Pembicara:
1. Rektorat ITB
2. Kementrian Lingkungan Hidup
3. Presiden KM ITB
4. Ganesa Hijau
Moderator: M.Bijaksana Junerosano (Social-Entrepreneur)
7 Februari 2010 | 07.30 – 12.00 WIB | Aula Barat

Gratis! Tapi konfirmasi dulu lewat sms ke Marsha (085720280207) atau email ke arthaniatobing@rocketmail.com. Thnx, Sampai ketemu di Talkshow Ecocampus!

*moderatornya, koordinator FHB kita lho! hehe