Bandung, 25 April 2010

Hari Bumi, entah seperti apa sejarahnya sehingga ada penetapan untuk peringatan untuk Bumi. Tapi yang pasti hari itu bukan untuk bahan lelucon seperti, “Wah bumi baru berumur 40 taon? Tua-an bapak gw dong! hahahaha”. Kita warga negara yang pintar, mari mencari tahu asal-usul peringatan tersebut, googling aja untuk ringkasnya!

Yang pasti, warga Bandung juga memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April tahun 2010 ini, namun kebanyakan dirayakan cukup meriah (banyak massa) di hari minggunya, yaitu 25 April 2010. Begitu banyak acara lingkungan di hari itu, termasuk Forum Hijau Bandung yang membuka pos informasi “Bandung Menabung Air” di acara Dago Walking Day yang berpusat di depan Sekolah St.Aloysius Jalan Sultan Agung. Bersamaan dengan itu, ada pula Uji Coba Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Dago Cikapayang hingga Dago Simpang dari pukul 06.00 hingga sekitar 09.30. Selain itu teman-teman Bandung Cycle Chic yang bersepeda dan berpiknik ria di Balai Kota Bandung. Dan yang pasti di seluruh wilayah kota Bandung juga ada yang melakukan kerja bakti menambah sistem resapan air dalam rangka “Bandung Menabung Air”, seperti yang dilakukan mahasiswa-mahasiswa ITB di kampus dan Taman Ganesha.

Tidak dipungkiri lagi bahwa isu lingkungan sudah sangat meng-global di seluruh insan warga Bandung pada khususnya. Karena memang efek dari permasalahan lingkungan di kota Bandung sendiri sudah sangat kita rasakan bersama, Bandung yang tidak lagi sejuk di pagi hari, cuaca yang mudah berubah dan cenderung ekstrim, banjir, dan lainnya. Sudah saatnya kita bersama-sama dari seluruh kalangan mempunyai visi yang sama untuk menciptakan Bandung kedepan yang lestari, seperti yang diusung Forum Hijau Bandung. Tahun lalu (2009) Balad Kuring dicanangkan oleh warga Jawa Barat, termasuk kota Bandung yang pada waktu itu dibuka oleh Wagub Pak Dede Yusuf di depan Gedung Sate. Kiranya Balad Kuring yang berarti ‘Teman Saya’ atau ‘Sahabat’, dan merupakan “Semangat bersama warga Jawa Barat untuk menjadikan Lingkungan sebagai teman atau sahabat kita bersama”; dapat selalu ada di hati kita semua dan dilaksanakan konkret oleh masing-masing.

Terima kasih kawan-kawan panitia Bandung Menabung Air (Avip Firmansyah dkk) dan Dago Walking Day (Republic of Entertainment dan Freshment), serta FHB mengapresiasi kepada Pemerintah Kota Bandung dan Pihak Kepolisian atas sejarah baru yang terukir yaitu membuat Hari Bebas Kendaraan di Dago lalu, semoga berkelanjutan dan sosialisasinya semakin baik.

Untuk Bandung dan Jawa Barat yang semakin lestari ..

Forum Hijau Bandung mendukung Balad Kuring!

Iklan

Pertemuan Audiensi dengan Wagub dan Wakil Walikota

Forum Hijau Bandung terus menerus berjuang untuk kelestarian kota Bandung sesuai visi-misinya. Salah satu misinya yaitu bersinergi dan selalu berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait, contohnya Pemerintah sebagai pemangku kebijakan utama. Oleh karena itu, FHB selalu menjalin berhubungan baik dan berkomunikasi dengan Pemerintah dalam keberjalanannya.

Karena kuncinya adalah KOMUNIKASI untuk BERSINERGI dan BERKOLABORASI.

Audiensi dengan Wagub Jabar, Pak Dede Yusuf, Jumat 9 April pkl 16.00

Pada kesempatan saat itu, FHB diwakili Sano (koordinator FHB) dan Tian (sekjen) bersama perwakilan lembaga/komunitas lain, seperti  Gerakan Citarum Berkah, Komunitas Sahabat Kota, 9 Matahari, dan didampingi BPLHD Provinsi Jabar. FHB dan lainnya menanyakan keberlanjutan dan progress Balad Kuring, yang 2009 lalu dicanangkan atas nama warga Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jabar. Hasilnya kurang lebih, Pemprov mendukung sepenuhnya kegiatan maupun gerakan lingkungan di Jawa Barat pada umumnya dan Bandung pada khususnya. Sekiranya seluruh kegiatan tersebut selalu berkoordinasi dengan Pemerintah, dalam hal ini BPLHD Provinsi salah satunya. Dan juga harus membawa semangat “Balad Kuring” itu sendiri.

Karena Balad Kuring merupakan semangat lingkungan yang dimiliki oleh seluruh warga Jawa Barat, bukan pihak tertentu termasuk Pemerintah. Sehingga keberjalanannya, Balad Kuring dapat selalu berkibar tanpa gangguan dan kebergantungan pihak-pihak tertentu. Kedepannya, Pak Dede Yusuf juga menginstruksikan BPLHD Provinsi Jabar untuk selalu berkoordinasi aktif dengan seluruh gerakan/komunitas/lembaga yang konsern terhadap lingkungan, dan secara khusus ada duta BPLHD untuk teknis dan keberlanjutannya.

Audiensi dengan Wakil Walikota Bandung, Pak Ayi Vivananda, Rabu 14 April

FHB kembali berkesempatan untuk bersilahturahmi dengan Pemimpin kota Bandung, pada kesempatan itu Pak Ayi menyempatkan waktunya. Tim FHB datang bersama Ketua BPLH Kota Bandung, Pak Dandan; BPLHD Provinsi Jabar; Kang Wawan Djuanda dari Republic of Entertainment; dan Tim “Bandung Menabung Air”.

Pada tanggal 25 April 2010, FHB menginisiasi gerakan “Bandung Menabung Air”, sebagai momentum kerja bakti serentak se-Bandung dan dalam rangka memperingati hari Bumi. FHB bertindak sebagai pemanajemen isu dan mengajak peran aktif seluruh warga Bandung untuk bersama-sama bekerja bakti menambah lahan resapan air di wilayahnya masing-masing. Kerja bakti tersebut dapat berupa membuat lubang resapan biopori, sumur resapan, maupun membersihkan saluran drainase. Para partisipan FHB berperan aktif untuk menggerakkan warga di sekitar wilayah masing-masing. Dan juga FHB membuka pos pusat informasi di acara Dago Walking Day di halaman Sekolah St.Aloysius Jl. Sultan Agung Tirtayasa. Hasil dari pertemuan tersebut, antara lain, ketertarikan Pak Ayi untuk mendukung kegiatan tersebut dan membantu mempublikasikan serta mensosialisasikannya ke seluruh jajaran Pemerintah Kota secara struktural, seperti membuat surat edaran ke seluruh wilayah. Sehingga terjadi kolaborasi mengatasnamakan warga Bandung yang peduli akan sistem resapan air untuk mencegah jalan kota Bandung yang sering rusak karena besarnya limpasan air dan rentan banjir.

Bandung Menabung Air – 25 April 2010

1 hari memang tak menyelesaikan masalah, namun dimulai dari 1 hari lah, 1 minggu – 1 bulan – 1 semester – 1 tahun – dan waktu berkala lainnya kita lakukan. Karena menyelesaikan masalah lingkungan harus berkelanjutan, dan momen 25 April 2010 kami rasa itu waktu yang tepat untuk menyadarkan masyarakat serta warga Bandung untuk menambah resapan air di wilayah mereka masing2. Download Modul Resapan Air disini.

Untuk Bandung yang jalannya tidak bolong2 dan anti banjir, Salam Kolaborasi!



Kerja Bakti Serentak se-Bandung 25 April 2010

Kegiatan “Kerja Bakti Serentak se-Bandung: Bandung Menabung Air”, merupakan aksi seluruh warga Bandung yang dikoodinatori para partisipan FHB sebagai pemanajemen isu tersebut. Isu kunci yang diangkat ialah menambah sistem resapan air di wilayah Bandung, dapat dengan cara membuat lubang biopori, sumur resapan, membersihkan saluran drainase, dll. Kegiatan ini juga didukung oleh Pemerintah Kota, BPLH Kota, dan BPLHD Provinsi, yang sedemikian bersama-sama dengan semangat kolaborasi untuk membuat Bandung semakin lestari. Untuk dan dari Warga Bandung! Dimulai dari Minggu, 25 April 2010 (memperingati hari bumi 22 April tahun ini) ..