[Notulensi] Pertemuan #1 FHB 12/13: Sosialisasi dan Diskusi RaPerda Kantong Plastik

Bandung (25/05). Forum Hijau Bandung dengan susunan kepengurusan yang baru baru saja melaksanakan pertemuan rutin bulanan pertama pada periode 2012/2013. Pertemuan yang bertempat di sekretariat Walhi Jabar pada tanggal 15 Mei 2012 lalu menyosialisasikan program kerja tim manajemen selama satu periode mendatang dan membahas RaPerda Kantong Plastik yang diusulkan oleh Greeneration Indonesia (GI). Penjelasan detail kronologis disampaikan oleh Sano selaku pihak GI.

Sano secara pribadi diundang untuk sharing kegiatan Diet Kantong Plastik (DKP). Ketika diundang sharing, GI baru mengetahui draft RaPerda tersebut. Pada saat itu, GI mempresentasikan kegiatan DKP. Penjelasan diawali dari hasil riset yang GI lakukan. Karena GI yakin pihak pemerintah tidak melakukan riset sebelum menyusun RaPerda. Harapan dari data yang GI  bawa, pendekatan bisa sesuai dengan perilaku masyarakat. Dari hasil riset dibuat sebuah solusi. Salah satunya membuat sistem atas riset dan prinsip 3R: Reduce, Reuse, Responsible. GI menyusun semacam SOP yang dapat diterapkan oleh pedagang-pedagang yang berpotensi mengeluarkan plastik sebagai bahan pembungkus.

Partisipan mengganggap bahwa Perda ini adalah pesanan dari produsen, padahal dari Perda persampahan sendiri belum jalan. Kalau di legislasi, adalah hal biasa untuk bikin Perda pesanan. Di level Perda sempat ada juga titip menitip, misalnya menitip pasal. Menurut Sawung, pernah ada Perda soal air, Australia sempat membayar untuk Perda air di Bandung. Untuk ini Sawung kurang mengetahui apakah ada transaksi “bayar membayar” atau tidak. Untuk Walhi pernah membiayai undang-undang untuk jaringan peduli bencana. Biayanya cukup mahal, mencapai 2-3 milyar. Namun, itu untuk undang-undang.

Apa yang dimaksud plastik ramah lingkungan? Anil dari YPBB, sebagai lembaga yang fokus ke isu zero waste mulai angkat bicara. Plastik biodegradable itu sebenarnya lebih berbahaya. Ketika pertemuan di BPLHD, seorang produsen berani menjamin biodegradable plastik akan kembali lagi ke tanah. Kalau isunya mau menghilangkan sampah secara fisik, itu bisa tapi tidak tahu untuk lingkungan. Sebenarnya sebaiknya menggunakan kantong tahan lama. Pilihan paling buruk adalah plastik oxium. Karena itu hancur secara fisik saja. Yang perlu tahu adalah plastiknya menggunakan oxium atau tidak. Kalau oxium lebih mudah hancur ketika kena cahaya. Lebih rapuh dibanding plastik biasa. Ketika ada yang bertanya kenapa tidak pakai oxium, bisa dijelaskan alasannya. Ini adalah sarana kita untuk berkampanye tentang plastik oxium. YPBB akan menyebar ke komunitas zero waste

Iklan

[Agenda] Pertemuan#1 FHB 12/13: Sosialisasi dan Diskusi RaPerda Kantong Plastik

Sampurasun warga badya, FHB!

Kumaha damang?
Insya Allah bulan ini kita akan mengadakan pertemuan yang pertama kali bersama tim manajemen yang baru (periode 2012 – 2013).

Apa sih agenda pertemuan FHB kali ini?
Pertama, kita akan sosialisasi program kerja tim manajemen selama setahun ke depan.
Kedua, dalam pertemuan ini kita akan mengaktifkan diskusi diantara semua partisipan. Nah, untuk pertemuan perdana ini kita akan mengangkat tema:

“RAPERDA Kantong Plastik, akankah menjadi solusi?”

Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah sedang menyusun RAPERDA tentang Pelarangan Penggunaan Kantong Plastik yang Tidak Ramah Lingkungan. Partisipan FHB sendiri banyak yang mengkritisi Raperda tersebut karena dinilai tidak tepat sasaran untuk mengatasi masalah persampahan. Benarkah RAPERDA tersebut bukan solusi? Bisakah kita, sebagai penggiat lingkungan, turut berperan untuk membuatnya lebih terarah?

Yuks kita diskusikan bersama dan berbagi pengetahuan dalam pertemuan FHB pada:

Hari/ tanggal: Selasa, 15 Mei 2012
Waktu: 17.00 – selesai
Tempat: Galeri Padi

So, what are u waiting guys? Come and join us! 🙂