Memotret Alam Liar Indonesia – MOLLI 2012

Dalam rangka Hari Cinta Puspa dan Satwa yang jatuh pada 5 November 2012, Greeners Magazine bersama Indonesia Wildlife Photography (IWP) menggelar kegiatan MOLLI (Memotret Alam Liar Indonesia) yang merupakan ajang Workshop dibarengi Live Wildlife Hunting di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda kota Bandung.

Pemateri Workshop dan Live Wildlife Hunting adalah Riza Marlon

Peserta akan mendapatkan materi “Wildlife Photography” dan melakukan Live Photo Hunting yang hasilnya akan dilombakan dengan kategori hadiah sebagai berikut :

Juara I Foto Terbaik Rp. 1 Juta Rupiah

Juara II Foto Terbaik Rp. 500 ribu rupiah

Juara III Foto Terbaik Rp. 250 ribu rupiah

Tersedia juga DOORPRIZE TAS KAMERA dari EIGER

Kegiatan ini akan dilaksanakan perdana pada 2-4 November dengan susunan acara terlampir.

Untuk mengikuti MOLLI setiap peserta harus memenuhi syarat sebagai berikut :

  1. Mengisi Formulir Pendaftaran (tersedia di halaman ini).
  2. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp.100.000 (Seratus ribu rupiah) melalui transfer rekening Bank Mandiri Nomor Rekening 123-000-5933363 atas nama Nita Bonita(08561006670).
  3. Mengembalikan formulir pendaftaran melalui email Bonita@greenersmagz.com atau fax 021-57951224.
  4. Membawa peralatan fotografi masing-masing.
  5. Menyiapkan perlengkapan kegiatan outdoor masing-masing (Cover Bag, RainCoat, Jaket, dsb).
  6. Peserta terbatas untuk 40 orang.

INFORMASI TAMBAHAN :

  1. Peserta akan mendapatkan kaos, sertifikat dan konsumsi (snack dan makan berat) selama kegiatan berlangsung.
  2. Panitia menyediakan mess berupa rumah dengan fasilitas seadanya, panitia mempersilahkan peserta untuk mencari penginapan lain apabila diperlukan.
  3. Reservasi untuk Mess Putra dan Putri paling lambat tanggal 1 Nov melalui Aghnia F Destiffany 085659093354

Sumber: Greeners Magz

Iklan

Donate Your Reusable Stuff

Anda dapat mensupport YPBB dalam mewujudkan kantor #ZeroWaste, #RamahAnak, serta nyaman untuk beraktivitas bersama dengan mendonasikan barang-barang anda

YPBB akan mengutamakan penggunaan barang reuse sebelum menggunakan barang baru.

Teknis donasi:

– Barang donasi silakan diantar ke jl. Sidomulyo 21 (kantor YPBB). Peta:http://bit.ly/Suw2Bd
– Dengan sebelumnya melakukan konfirmasi ke Entis di 087722009917.
– Khusus untuk area Bandung, bila diperlukan dapat dilakukan pengambilan barang donasi oleh tim kantor.

Daftar Barang:
1) Fungsi kantor untuk aktivitas bersama:
– Kursi (untuk di ruang tamu dan kursi kerja)
– Meja (meja di ruang tamu dan meja kerja)
– Wadah-wadah yang bisa dipakai pot tanaman (kaleng plastik bekas cat tembok dll)
– Kulkas
– Kompor gas
– Alas duduk (tikar/karpet/bantal duduk)
– Cermin kamar mandi

2) Fungsi kantor #RamahAnak
– Mainan anak
– Buku anak
– Kasur (beserta bantal + guling)

3) Fungsi kantor #ZeroWaste
– Rantang alumunium
– Misting plastik ukuran besar

Tidak tertutup kemungkinan untuk penerimaan donasi barang lainnya yang akan bermanfaat bagi terbentuknya kantor #ZeroWaste, #RamahAnak, dan juga nyaman untuk aktivitas bersama.

Mahasiswa Unpad Peringati Hari Pangan Sedunia dengan Bagikan Makanan Nonberas Gratis

[Unpad.ac.id, 17/10/2012] Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh setiap tanggal 16 Oktober 2012, Selasa (16/10) kemarin, di gerbang lama kampus Unpad Jatinangor, berlangsung aksi kampanye tentang diversifikasi pangan. Diversifikasi pangan ini merupakan upaya mengurangi ketergantungan pada satu sumber bahan pangan utama saja, dalam hal ini beras.

Para mahasiswa yang sedang melakukan aksi kampanye diversifikasi pangan dalam rangka Hari Pangan Sedunia di gerbang lama kampus Unpad, Jatinangor, Selasa (16/10).*

Dengan membawa tema “One Day No Rice”, aksi ini diramaikan oleh puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan Unpad, antara lain Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himatipan) Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad, International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) Local Committee Unpad, Himpunan Keprofesian Agribisnis (Himproagri) Fakultas Pertanian Unpad, dan BEM Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM KMFP) Unpad.

Dalam rilisnya disebutkan bahwa masing-masing organisasi tersebut membawa makanan berbahan baku nonberas yang berbeda-beda untuk dibagikan kepada mahasiswa, dosen dan masyarakat sekitar kampus secara gratis. Sebut saja, Himatipan FTIP Unpad yang memperkenalkan produk yang diberi nama ‘Singkong Thailand’. “Meski namanya Thailand, ini asli Indonesia, lho. Bahkan teman-teman ada yang menyebutnya ‘Singkong Padang’,” ujar Dina dari Himatipan FTIP Unpad.

Lain lagi dengan IAAS yang membagikan Puding Ubi Cilembu. “Puding ini kami buat dengan tujuan agar masyarakat tahu bahwa Ubi Cilembu bisa dinikmati dalam bentuk dan rasa yang lebih menarik,  sehingga makanan asli Indonesia ini tetap diminati oleh masyarakat,” terang Lika Lulu, Direktur IAAS LC Unpad.

Sedangkan Himproagri Faperta Unpad membawa berbagai macam jajanan pasar yang mulai dilupakan oleh mahasiswa. “Disini kami selain membawa misi diversifikasi pangan, kami juga mengajak untuk One Day No Wheat. Karena persepsi hari tanpa nasi, berarti beralih ke panganan yang berbahan baku gandum yang hampir 100% impor. Oleh karena itu kami membawa kue-kue yang terbuat dari singkong,” kata Andrei Hutapea dari Himproagri Faperta Unpad. Sejalan dengan Himproagri, BEM KMFP Unpad pun ikut membagikan beras singkong (rasi) yang didatangkan langsung dari Kampung Adat Cireundeu, lengkap dengan kerupuk dan dendeng kulit singkongnya.

Aksi kampanye yang digelar sore hari saat mahasiswa pulang kuliah ini menarik banyak massa untuk mengetahui tentang Hari Pangan Sedunia ini. Banyak diantara mereka yang tertarik untuk mencicipi makanan-makanan yang dibagikan. Setelah mencicipi berbagai makanan tersebut diharapkan masyarakat, khususnya kepada mahasiswa, agar mulai mengubah kebiasaan untuk mengonsumsi makanan utama selain nasi dan gandum.

Seperti harapan dari Alga Delima Putra dari IAAS LC Unpad, “Indonesia kaya akan biodiversity-nya, apalagi sumber pangan karbohidrat. Selain beras, ada singkong, hanjeli, ubi, dan masih banyak lagi. Bila bergantung pada beras terus, lahan kita tidak akan kuat, dan sumber-sumber lain bisa terlupakan, lalu menghilang. Dengan membiasakan diversifikasi pangan, semoga kekayaan hayati Indonesia terjaga, dan nantinya bukan hanya ketahanan pangan, namun kita mampu mewujudkan pangan yang berdaulat.”*

Rilis oleh : Public Relation Department IAAS LC Unpad/mar

Sumber: Unpad

Sosial Media dan Diet Kantong Plastik

Bandung (15/10). Komunitas Diet Kantong Plastik berkesempatan untuk menjadi salah satu partisipan dalam gelaran Social Media Festival 2012. Gelaran yang tahun ini bertempat di Gelanggang Renang, Senayan, Jakarta Selatan, ini mengambil tema “Create and Collaborate“.  Social Media Festival 2012 yang diselenggarakan pada tanggal 12-14 Oktober 2012 lalu ini terbilang sukses mempertemukan social media activist untuk berkolaborasi. Komunitas Diet Kantong Plastik mengikuti kegiatan ini karena dukungan media sosial berpengaruh besar dalam menyebarnya isu Diet Kantong Plastik untuk lebih luas lagi.  Acara yang terbuka untuk umum dan gratis ini banyak dikunjungi oleh pengunjung, begitu juga yang datang ke booth Diet Kantong Plastik.

Selain menjadi peserta booth, Komunitas Diet Kantong Plastik juga berkesempatan untuk mengisi talkshow bersama dengan Indonesia Berkebun dan Earth Hour Indonesia. Dengan mengusung tema “When offline meets online” ini, masing-masing komunitas sepakat bahwa kampanye yang dilakukan secara offline juga didukung oleh kampanye online. Meskipun media sosial hanya tools untuk berkampanye, untuk zaman sekarang kita justru harus mengikuti itu untuk lebih menyebar luaskan isu kampanye.

Sumber: Diet Kantong Plastik

Demi Lingkungan, Carrefour Tak Lagi Gunakan Kantung Belanja Plastik

Jakarta – Carrefour Indonesia berinisiatif untuk mengurangi pemakaian kantung belanja plastik serentak di 7 (tujuh) gerai Carrefour. Gerai tersebut antara lain di Lebak Bulus, Ambarukmo Yogya, Maguwo Yogya, Srondol Semarang, DP Mall Semarang, Citra Garden Medan dan Medan Fair.

Nantinya gerai Carrefour tersebut tidak lagi memberikan kantung belanja plastik secara gratis kepada para pelanggan. Sebagai gantinya, Carrefour menyarankan pelanggan untuk membawa kantung/keranjang belanjanya sendiri atau membeli Green Bag. Aturan ini berlaku mulai tanggal 15 Oktober 2012.

“Pelanggan Carrefour dapat membeli Green Bag (kantong belanja ramah lingkungan yang dapat dipakai kembali) seharga Rp 9.900,-/kantong. Sedang bagi pelanggan yang tetap menginginkan menggunakan kantong belanja plastik Carrefour yang degradable (dapat terurai paling lama 2 tahun), pelanggan masih dapat membelinya di kasir dengan harga Rp 200,-/kantong untuk kantong plastik kecil dan Rp 400,-/kantong untuk kantong plastik besar,” ujar Head of External Communication & CSR, Carrefour, Hendrik Adrianto, di Jakarta, Senin (15/10/2012).

Program ini merupakan rangkaian dari Pelaksanaan Program Pengurangan Penggunaan Kantong Belanja Plastik yang diawali pelaksanaan pilot projectnya di Carrefour Sunset Denpasar dan Carrefour Imam Bonjol di Bali dalam rangka mendukung Hari Tanpa Kantung Plastik Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 3 Juli. Adanya tanggapan positif dari pelanggan yang perduli terhadap lingkungan menambah keyakinan Carrefour melanjutkan di gerai lainnya secara bertahap.

Sejak tahun 2006, Carrefour secara global telah melaksanakan Program Pengurangan Penggunaan Kantung Belanja Plastik di beberapa negara dan menyarankan konsumen untuk menggunakan kantung belanja yang bisa dipakai kembali. Hingga tahun 2010 Carrefour Grup telah mengurangi penggunaan kantung belanja plastik sebesar 10 milyar kantung. Saat ini gerai-gerai Carrefour di Eropa (Perancis, Spanyol, Belgia, Polandia, Italy, Rumania), di Asia (Cina, Taiwan) dan di Amerika Latin (Brazil, Argentina), sudah mengimplementasikan program ini.

“Kami berharap kegiatan yang kami lakukan ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan karena kami sadar bahwa sampah plastik menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di bumi. Dengan membeli Green Bag, pelanggan ikut berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan,” demikian tegas Adji Srihandoyo, Corporate Affairs Director, PT. Carrefour Indonesia.

Sumber: Detik Finance

Pemkot Bandung Keluarkan Aturan Pengurangan Kantong Plastik

Bandung – Pemkot Bandung resmi menerapkan Peraturan Daerah (Perda) mengenai Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik atau kresek. Keberadaan sampah kantong plastik yang tidak bisa dimusnahkan ini apabila dibiarkan bisa merusak lingkungan.

Hasil kesepakatan bersama persetujuan Perda tersebut diputuskan saat sidang paripurna di Gedung Paripurna DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh, Senin (24/9/2012).

“Plastik kan tidak bisa dimusnahkan. Kalau tak bisa dimusnahkan, tentunya merusak lingkungan,” ujar Walikota Bandung Dada Rosada kepada wartawan usai rapat.

Dada mengaku mengkhawatirkan sampah plastik yang mudah ditemukan bertebaran di berbagai lokasi. Maka itu, sambung dia, pemberlakuan mengurangi penggunaan kantong plastik ini perlu segera dilakukan mulai di lingkungan masyarakat hingga tempat-tempat perbelanjaan.

“Ya jelas (mengkhawatirkan), di mana-mana sampah itu berbahaya. Apalagi sampah plastik, banyak. Sampah plastik lebih parah. Berbeda kalau sampah kertas yang bisa hancur,” tutur Dada.

Lebih lanjut Dada menerangkan, penerapan yang dilakukan nanti yakni melakukan pengawasan mulai produsen kantong plastik, hingga ke masyarakat penggunanya. Ia pun meminta masyarakat turut mendukung Perda Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

“Ini ‘kan Perda, tentu sanksi administratif ada. Sekarang ini hanya baru pengurangan penggunaan kantong palstik, beda kalau nanti tercantum kata-kata pelarangan,” tutup Dada.

Sumber: Detik

“SMACreatiFarming : Grow Your Idea”

“SMACreatiFarming : Grow Your Idea” merupakan workshop berkebun kreatif yang diselenggarakan oleh komunitas BdgBerkebun. Kegiatan ini khusus untuk siswa SMA/sederajat di Bandung.  Semangat dan energi yang dimiliki oleh para remaja untuk melakukan pergerakan-pergerakan masih sangat besar, sehingga dapat menjadi inspirasi dan motor penggerak bagi kalangan disekitarnya. Untuk itu, kegiatan ini bertujuan untuk (1) Memperkenalkan Creatifarming TM sebagai bentuk kreatif kegiatan dan instalasi berkebun. (2) Menginspirasi peserta untuk menjadi Duta Berkebun di sekolahnya masing-masing.

Pada kegiatan ini, peserta akan mendapat pengetahuan dan keterampilan praktis berkebun, kemudian diajak untuk mengenal isu-isu lingkungan yang ada, serta diperkenalkan dengan Creatifarming TM sebagai salah satu solusi dari permasalahan yang ada.

 

“SMACreatiFarming : Grow Your Idea” diadakan pada :

Hari/Tanggal: Minggu, 14 Oktober 2012

Waktu: pkl 08.00-13.00

Tempat: Simpul#2 BCCF. Boemi Nini. Jln Purnawarman 70. Bandung.

HTM: Rp 15.000,00 (snack, merchandise, sertifikat).

Pendaftaran : @denataseptiaji 0856 2404 3834, @dishayulinda