Bandung Belajar Berkebun Season 2

Mau belajar berkebun sambil refreshing?
Mau mencoba mengeksplorasi cara-cara berkebun kreatif?
Atau..sekadar cari kegiatan positif yang sehat di hari libur?

Kalau begitu jangan ragu jangan gundah, mari segera bergabung di kegiatan Bandung Belajar Berkebun season 2!
Hari/tanggal : pkl 08.00 s.d. Selesai
Tempat : Kebun BdgBerkebun – Sekolah Alam Bandung. Jln Dago Pojok Tanggulan Cikalapa II No.3.

Kita belajar berkebun rame-rame mulai dari pengolahan lahan sampai panen beberapa jenis sayur. Selain itu, di setiap pertemuan juga akan ada materi-materi pelengkap yang seru seperti komposting, pengendalian hama dan penyakit tanaman, dan lain-lain.

Investasi Rp 35.000,00 (untuk 7x pertemuan)

Info selanjutnya silahkan pantau linim asa @BdgBerkebun dengan tagar #BBBseason2 dan #FaqBBBseason2.

Yuk segera gabung dan ajak kerabatmu!
CP : Hanifah (@insanbiyoloji) 085222288262, Rifky (@simplyrifky) 08819041685

Image

Iklan

Pelatihan Tim Kampanye Zero Waste 2013

original“Mari Menjadi Relawan dalam Kampanye Pengelolaan Sampah di Bandung”

YPBB kembali membuka peluang khusus untuk bagi warga Bandung dan sekitarnya untuk mengikuti PELATIHAN TIM KAMPANYE ZERO WASTE
Pelatihan ini merupakan pintu masuk menuju aktivitas sebagai Relawan Tim Kampanye Zero Waste sepanjang tahun 2013-2014.

Mengapa Kampanye Zero Waste?

Jika kita telah menerapkan pola hidup organis (atau ramah lingkungan), maka konsep sampah tidak ada lagi. Konsep yang ada adalah daur alam yang tanpa henti memanfaatkan sinar matahari untuk menggerakkannya. Bagaimana mempromosikan pandangan ini dan bagaimana aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari?  Itulah tantangan yang diambil kampanye ini.

Anda pasti bisa jadi relawan tim kampanye Zero Waste YPBB bila:
1. Punya kepedulian tentang lingkungan, khususnya isu sampah.
2. Suka berbagi pengalaman dan pengetahuan pada orang lain.
3. Punya kemampuan dasar public speaking dan tidak mudah demam panggung
4. Punya waktu luang yang ingin digunakan.
5. Berdomisili di Bandung minimal untuk 1,5 tahun ke depan.

Berikut jadwal Pelatihan TIM KAMPANYE ZERO WASTE. Silahkan disesuaikan dengan waktu yang Anda miliki. Tempat terbatas.
Gelombang #1 : 27 Januari 2013
Penutupan pendaftaran: 24 Januari 2013
Gelombang #2 : 17 Februari 2013
Penutupan Pendaftaran: 14 Februari 2013
Gelombang #3 : 31 Maret 2013
Penutupan Pendaftaran: 28 Maret 2013

Pelatihan TIM KAMPANYE ZERO WASTE ini akan diadakan di Kantor YPBB, Jalan Sidomulyo No.21 Bandung (Peta lokasi:http://bit.ly/Suw2Bd).  Pelatihan akan diadakan dari pukul 08.30-17.00 WIB.

Dalam 3 pelatihan ini, YPBB menyediakan beasiswa sehingga calon relawan hanya perlu memberikan kontribusi sebesar Rp20.000,- untuk biaya konsumsi (makan dan snack).

Untuk pendaftaran:
1. Silahkan isi formulir pendaftarandisini
2. lalu konfirmasikan melalui SMS ke nomor ponsel 08122096791 (Rahyang)

Peserta pelatihan dibatasi hanya untuk 20 orang per gelombang pelatihan. Peserta yang terpilih untuk mengikuti pelatihan ini akan dikonfirmasi melalui SMS maksimal pada H-2, sebelum pukul 12:00 siang.

Info lebih detil tentang TIM KAMPANYE ZERO WASTE 2013 silahkan lihatdisini

[Agenda] Pertemuan #5 FHB 12/13: Ada Apa Dengan Transportasi di Bandung?

Nyaris tiap akhir pekan arus lalu lintas di Bandung didera kemacetan akibat banyaknya wisatawan yang datang. Walikota Bandung Dada Rosada menyebut bahwa kemacetan itu adalah daya tarik dari Bandung. Bahkan dari kemacetan itulah Bandung justru mendapatkan pemasukan.

“Kemacetan itu sekarang sudah jadi icon Bandung. Menariknya Bandung, daya tarik Bandung adalah macetnya,” ujar Dada dalam acara acara pisah sambut Kepala LP Sukamiskin di LP Sukamiskin Jalan AH Nasution, Rabu (9/1/2013).

Kutipan diatas diambil dari laman Tribun News yang memberitakan bahwa menurut Walikota Dada Rosada kemacetan adalah daya tarik dari Kota Bandung. Memangnya ada apa sih dengan sistem transportasi di Kota Bandung? Apakah benar kemacetan menjadi daya tarik baru dari Kota Bandung? Atau cuma sekedar anekdot belaka? Mari kita diskusikan bersama dalam Pertemuan FHB #5 yang akan dilaksanakan pada hari Selasa, 29 Januari 2013 di Simpul Space II Boemi Nini, Jalan Purnawarman 70 Bandung. Info forumhijaubandung@gmail.com, Twitter @ForumHijauBDG dan Facebook Manajemen Fhb.

poster FHB_Transport copy

Walhi, “PLTSa Menambah Beban Polusi Udara”

BANDUNG, (PRLM).- Sikap Gubernur Jawa Barat yang mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan menggunakan insinerator (alat pembakaran) untuk mengatasi menumpuknya sampah di Kota Bandung didasari karena ketidakpahaman.. Padahal masyarakat Kota Bandung, khususnya warga sekitar rencana PLTSa menolak pembangunan Insinerator PLTSa di sekitar Pemukiman Griya Cempaka Arum (GCA) Gedebage Kota Bandung.

“Gubernur belum memahami permasalahan lingkungan hidup yang sebenarnya terjadi di Kota Bandung dan Cekungan Bandung dan tidak paham model insinerator PLTSa yang akan dibangun,” kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat , Dadan Ramdan, kepada “PRLM”, Rabu (9/1).

Walhi Jabar memandang beban kerusakan lingkungan hidup di Cekungan Bandung semakin meningkat seiring dengan menurunya daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup sehingga semakin menurunnya kualitas lingkungan hidup di Cekungan Bandung. “Bahkan pengelolaan sampah yang dibakar bertentangan dengan UU No 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah dimana dilarang pengelolaan sampah dengan cara pembakaran apalagi dalam skala besar,” katanya.

Kehadiran PLTSa dengan teknologi insinerator (sampah dibakar) di Kota Bandung bukan hanya berdampak pada masyarakat sekitar pemukiman namun akan menimbulkan beban polusi atau pencemaran udara yang semakin meningkat. “Tentunya ini akan menjadi bencana ekologi bagi cekungan Bandung itu sendiri selain banjir dan kekeringan yang tiap tahun terjadi. Insinerator PLTSa di sekitar pemukiman tidak akan menyelesaikan problem lingkungan hidup ke depan. Berdasarkan laporan KLH indeks kualitas lingkungan (IKLH) tahun 2011, IKLH Jawa Barat dimana Kota Bandung sebagai sampelnya sangat buruk, indeks kualitas pencemaran udara (IPU) sekitar 38.92 Jawa Barat berada pada perangkat 3 dari bawah dari seluruh propinsi di Indonesia,” ujarnya.(A-71/A-147)***

Sumber: Pikiran Rakyat