Notulensi Pertemuan FHB – 4 Januari 2010

Tempat: Aston Hotel Braga | Moderator: Anindito Dodi – Greeneration Indonesia |

Jam 18.30 – 22.00 WIB

Presentasi Pangasuh Bumi (Teh Yuni, Kang Herwin, dan Kang Rahmat)

Gunung Burangrang merupakan salah satu gunung yang mengelilingi Bandung dan merupakan gunung purba dan merupakan pintu gerbang bagi cekungan Bandung. Berbagai permasalahan yang timbul di wilayah tersebut adalah dari berkurangnya debit mata air di gunung Burangrang, penduduk kehilangan sumber air untuk pertaniannya, pohon yang seharusnya berusia tua menjadi lebih muda, pohon-pohon di tebangi oleh penduduk sekitar sehingga menimbulkan lahan kritis, perubahan guna lahan dari lahan tidak terbangun menjadi lahan terbangun dengan ditandai oleh banyaknya vila-vila di daerah tersebut, pemakaian air tanah yang tidak terkendali oleh warga perkotaan.

Permasalahan diatas tidak hanya dialami oleh gunung Burangrang saja, tetapi juga dialami oleh hampir semua gunung-gunung yang mengelilingi Bandung bahkan di seluruh Indonesia. Berbagai penyelesaian masalah yang dilakukan oleh Pemerintah maupun oleh masyarakat ataupun lembaga-lembaga masyarakat dirasakan kurang optimal atau bahkan dikatakan tidak berhasil. Hal ini dikarenakan kurangnya penyelesaian yang menyeluruh terhadap permasalahan tersebut, dari masalah sosial, ekonomi bahkan fisik dari wilayah tersebut.

Salah satu alternatif penyelesaian permasalahan  adalah dengan keterlibatan masyarakat lokal dengan pendekatan kearifan lokal Sunda, dengan alasan bahwa dengan memperhatikan keberhasilan komunitas adat Baduy, kampung Naga, Sukabumi yang berhasil mempertahankan kualitas lingkungannya.

Selengkapnya dapat dilihat di http://pangasuhbumi.com/ dan untuk mendapatkan slide presentasi dapat langsung ke Pangasuh Bumi (Kang herwin, dkk), hatur nuhun!

Presentasi Tim FHB goes to Bali

10 Desember 2009, proposal Forum Hijau Bandung (FHB) berhasil menjadi pemenang dari 6 pemenang yang diputuskan. Proposal FHB akan difasilitasi pelaksanannya oleh Departemen PU Dirjen Penataan Ruang pada tahun anggaran 2010. 21 Desember 2009 di Sanur, Bali, acara simbolisasi pemenang oleh Menteri PU dan Dirjen Penataan Ruang. Program yang diusung FHB ialah Kolaborasi Antar Partisipan Forum Hijau Bandung menuju Kota Lestari (Penerapan 3 Program Kolaborasi: Peta Hijau Persampahan, Eco-Hotel Rating, dan Masuk RT).
Tim FHB goes to Bali:
1.Pak Inan (Penasihat FHB)
2.Sano (Koord.FHB)
3.Tian (Koord. Program Kolaborasi)
4.Danial (Koord. Eco-Hotel Rating)
5.Yandi (Koord.Program Masuk RT)
Sponsor Akomodasi : Aston Hotel Denpasar

TPA Temesi di Gianyar (www.temesirecycling.com)

Dikelola oleh Rotary Club Bali Ubud dgn Project Leader: David Kuper. Mengelola sampah Gianyar dengan kapasitas 100 ton per hari, yang dapat diolah menjadi kompos 50 ton, dengan menghasilkan 15 ton kompos per hari. luas area TPA sekitar 2400 m2. Dana operasional mencapai 800 juta /tahun (listrik, air, telepon, biaya pegawai). Proyek CDM: Memenuhi syarat pengurangan emisi 77.000 ton CO2 tersertifikasi untuk periode kredit 10 tahun. 12 Desember 2008: United Nations Environment Programme (UNEP) meloloskan proposal Gianyar Waste Recovery Project sebagai peringkat 1 dari 353 proposal yang diseleksi dari negara-negara Asia-Pasifik. Konsepnya: Kampanye publik akan TPA yang bersih, nyaman, & terbuka utk publik.

Tantangan TPA Temesi menurut Tim FHB:

  1. Jaminan kesehatan 80-an pekerja (kebanyakan dari Jawa). Tempat tinggal pekerja yang masih temporal, hanya terbuat dari papan dan bambu.
  2. Dana operasional yang cukup besar yaitu sekitar 800 juta per tahun (listrik, air, telepon, biaya pekerja). Tidak sebanding dengan pemasukan penjualan produk kompos yang dijual Rp 1000/kg, sehingga saat ini pun masih didonasi oleh Rotary-Club Ubud Bali.
  3. Kurang diperhatikan oleh masyarakat dan Pemda setempat, hanya kemudahan tempat yang diberikan oleh Pemda Gianyar seluas 1 hektar.
  4. Pemasaran produk kompos yang masih kurang.
  5. Pemeliharaan TPA Temesi yang harus selalu dijaga.

Seminar “Identitas Kota-Kota Masa Depan di Indonesia” dan Pembahasan Tindak Lanjut Sayembara Kota Lestari di Puri Werdhapura, Sanur. FHB menerima piagam dan plakat penghargaan sebagai simbol pemenang Sayembara ‘Kota Lestari’, oleh Menteri PU Pak Djoko Kirmanto dan Direktur Jendral PU Penataan Ruang, serta jajarannya.

Learning Experience di Bali :

  • Budaya Bali dekat dengan pelestarian lingkungan.
  • Keindahan bali yang merupakan pulau terindah di dunia (kata pak SBY) mengundang banyak penanam modal.
  • Regulasi pemda akan tata ruang yang seharusnya melindungi lingkungan.
  • Seperti yang disampaikan seorang panelis Profesor seminar, setidaknya Bali belum seperti Jakarta/Bdg, masih dapat ‘diselamatkan’.

Iklan