Kolaborasi dalam Forum Hijau Bandung

Peringatan Ulang Tahun Pertama Forum Hijau Bandung

Iklan

Hasil Dies I – FHB 18 Januari 2010

Urun Rembug FHB (pkl.14.00-18.15)

Presensi Urun Rembug (21 orang): Fariz (HMTL ITB)-Priyo(BGC)-Rena(Fokal)-Ardhi(Tras)-Dody(YPBB)-Tedi(Bicons)-Sany(Greeners)-Kiki-Tian-Herwin(PB)-Dhanny(DPKLTS)-Idang(GPH)-Endang(Rotary)-Dadi(SG)-Priliandi-Tita(DP ITB)-Mufti-Dodi-Nur(NM)-Amanda(KSK)-Sano(GI).

Agenda :

  1. Mendefinisikan FHB lebih jelas dan sesuai kebutuhan
  2. Komitmen Partisipan FHB
  3. Visi Misi jangka pendek menengah panjang
  4. Langkah-langkah strategis FHB kedepan
  5. Membuat Aturan/Tata Tertib/AD-ART FHB

Hasil Bahasan :

1. VISI FHB, karena konstrain waktu bahasan tentang visi FHB, kemarin baru disepakati hingga 4 alternatif yang tidak terlalu jauh berbeda makna diantaranya, namun hanya masalah tata bahasa.

  • Terfasilitasinya upaya pelestarian lingkungan di Kota Bandung oleh berbagai pemangku kepentingan.
  • Terfasilitasinya upaya upaya oleh berbagai pemangku kepentingan untuk pelestarian Kota Bandung.
  • Terfasilitasinya upaya pelestarian lingkungan di Kota Bandung oleh berbagai pemangku kepentingan demi Kota Bandung lestari.
  • Terfasilitasinya seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) untuk mendukung usaha pelestarian lingkungan Kota Bandung .

2. DEFINISI FHB, FHB disepakati adalah “sebuah wadah silahturahmi dengan aturan dan manajemen yang disepakati, bersifat terbuka untuk umum, dalam memfasilitasi upaya berbagai pemangku kepentingan untuk pelestarian lingkungan kota Bandung.”

3. Bentuk FHB, disepakati sesuai definisinya merupakan wadah forum silahturahmi non formal yang bertujuan untuk memfasilitasi individu maupun lembaga kota Bandung yang konsern terhadap penyelamatan lingkungan. Sistemnya terbuka dan umum, namun tetap memiliki aturan main berupa ETIKA ber-FHB. Berikut bentuk nyata FHB:

  • Berbagi informasi terkait upaya pelestarian lingkungan Bandung
  • Menyebarkan ide maupun program terkait usaha pelestarian lingkungan dari masing-masing peserta (individu/komunitas/lembaga)
  • Memperluas jaringan dengan harapan terjadi kerjasama lebih lanjut dalam usaha pelestarian lingkungan.

4. Aturan Pengelolaan (Manajemen) FHB

  • Harus ada pengelola yang tetap : dengan batasan waktu kerja
  • Pengelola bersifat voluntary (disepakati dan ditetapkan)
  • Masa Bakti : 1 tahun (boleh dipilih kembali, pokoknya gak seumur hidup)
  • Format Pengelola sesuai kebutuhan: minimal Koordinator, Sekjen (pengelolaan informasi: database, notulen, absensi, dll), dan Program Officer/USB (unit serba bisa) bidang logistik, kehumasan.
  • Ada sistem evaluasi berupa rembug per 6 bulan (sah apabila minimal partisipan 20 orang dari minimal 5 organisasi/lembaga)
  • Memiliki job desc / target kerja terdefinisi yang disepakati

5. Job desc/ Target kerja Pengelola FHB :

  • Menyiapkan dan mengatur berjalannya sebuah forum komunikasi rutin yang disepakati.
  • Mengumpulkan, mendokumentasikan, mensosialisasikan informasi terkait upaya pelestarian lingkungan bandung.
  • Memperluas jaringan dengan harapan terjadi kerjasama lebih lanjut dalam upaya pelestarian lingkungan.

6. Etika umum FHB:

  • FHB milik semua, tidak ada yang dapat mengklaim FHB secara sepihak. Sehingga apabila membawa nama atau memakai logo FHB, harus ada aturan dan kesepakatannya. Namun belum sampai disepakati aturan tersebut > PR!
  • Pada saat forum dilaksanakan dan terdapat sebuah kesepakatan maka partisipan tidak bisa mengubah diluar forum, namun tetap bisa disampaikan untuk masukan tambahan, dan apabila dirasa sangat penting dan mendesak tetap bisa diusulkan pada forum rutin berikutnya.
  • FHB disepakati rutin dilaksanakan 2 minggu sekali dengan tetap selalu menjunjung konsistensi/kontinuitas. Masih disepakati di hari Senin, malam hari, minimal 2 jam.

7. Pemilihan Pengelola FHB

Setelah berdiskusi cukup alot, akhirnya musyawarah pemilihan pengelola FHB: koordinator masa jabatan 2010-2011 berjalan dengan baik. Koordinator sebelumnya yaitu M.Bijaksana Junerosano (Sano) dari Greeneration Indonesia mayoritas diusulkan kembali untuk menjadi koordinator FHB untuk masa yang baru ini. Dengan pertimbangan, Sano merupakan salah satu penggiat dan pelopor FHB dari awal terbentuk, serta memiliki pandangan yang luas untuk mengembangkan FHB dengan evaluasi telah menjabat setahun lalu (sejak 12 Februari 2009). Oleh karena itu disepakati terpilih kembali Sano dari Greeneration Indonesia secara aklamasi. Dan sesuai bahasan sebelumnya, pengelola FHB minimal terdiri dari Koordinator, Sekjen, dan Project Officer/Unit Serba Bisa (USB). Dari musyawarah tersebut, akhirnya terpilih Christian Natalie (Tian) sebagai Sekjen, dan Muhammad Fariz (Fariz) sebagai USB.

Koordinator Sano (keempat dari kanan bawah), Sekjen Tian (kedua dari kanan bawah), dan Fariz (ketiga dari kanan bawah)

Makan Malam dan Apresiasi Hijau Penghargaan 5 stakeholders (pkl.19.30-21.00)

Presensi: 34 orang, dan dihadiri tamu kehormatan Kang Iwan Abdurachman, Kepala BPLHD Jabar Pak Setiawan (setelah lama datang ke FHB), dan Pak Iman Setiawan (calon GM Aston Hotel Braga yang baru pengganti Pak Inan yang akan ke Aston Denpasar).
1. Masyarakat : Irmanjah Madewa

Pak Inan dinilai dengan tulus sebagai warga Bandung yang prihatin terhadap kondisi lingkungan kampung halamannya ini, mampu memberikan kontribusi yang sangat berarti untuk usaha peningkatan kualitas lingkungan berupa terbentuknya FHB dan memberikan komitmennya sesuai kapasitas yang dimiliki.

2. Pemerintah : Setiawan Wangsaatmadja
Pak Iwan dinilai mampu mengoptimalkan perannya sebagai pemimpin sebuah institusi pemerintah dalam mengupayakan berbagai ruang dialog yang lebih terbuka untuk masyarakat yang diwakili oleh lembaga/organisasi yang peduli lingkungan. Sebagai pemimpin yang memiliki latarbelakang sesuai dengan tupoksi-nya, Pak Iwan benar-benar bersemangat dalam mencapai tujuan pengelolaan lingkungan yang baik.

3. Lembaga : David Sutasurya
Pak David dinilai telah membuat lembaga masyarakat (YPBB) yang aktif bergerak dalam edukasi
lingkungan untuk masyarakat perkotaan dengan berbagai programnya yang membumi dan
dibuktikan secara nyata dalam kehidupan sehari -harinya. Banyak komponen masarakat yang telah
diinspirasi oleh lembaganya maupun oleh sepak terjangnya secara pribadi dalam mengelola
lingkungan secara organis.

4. Penggiat Seni/Budaya : Iwan Abdurachman
Abah Iwan dinilai konsisten dalam berkarya dan aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan bahkan
masih bersepeda sampai saat ini di usia yang tidak muda lagi. Abah Iwan memiliki pola hidup bijak
terhadap alam yang akhirnya menjadi panutan banyak orang. Sebagai orang yang memiliki banyak
prestasi, sosok abah telah menjadi inspirasi tersendiri.

5. Swasta : Hotel Aston Braga Bandung
Hotel Aston Braga dinilai secara berkelanjutan melakukan inovasi untuk berpartisipasi dalam usaha
pengelolaan lingkungan secara mikro maupun global. Adaptasi Earth Hour, sebuah program lingkungan tahunan di dunia, mampu dilaksanakan setiap hari di Hotel Ini. Itu salah satu usaha aktif Aston Braga dalam pengelolaan lingkungan selain megelola sampah, penghematan energi, edukasi konsumen, dll. Yang paling utama, Aston Braga telah memberikan kontribusi nyata untuk FHB, yaitu memfasilitasi tempat berlangsungnya FHB.

1. M Bijaksana JuneroSANO (Greeneration Indonesia)

2. Burhanudinsyah (Ganesha Hijau ITB)

3. Tri Yunia Metya (Climate Change Center)

4. Herwin Mutaqin (Pangasuh Bumi)

5. Muhammad Ardhi Elmeidian (TRAS)

6. Dwi Retnastuti (Fokal)

7. Dody (YPBB)

8. Fariz (HMTL ITB)

9. Pak Inan (Aston Hotel)

10. Endang Paminto (Rotary)

11. Andy (Rotaract)

12. D. Larasati (Desain Produk ITB) -baru bisa dtg sktr pk.15.00-

13. Dhanny Rismayadi (DPKLTS)